Human
Sosial Organitation
Dosen
Pengajar :
Susilawati, Ph. D
Disusun
Oleh :
Rendra
Ristiana
Soraya
Medina
Aris
Tristanto
SEKOLAH
TINGGI KESEJAHTERAAN SOSIAL
BANDUNG
2016
A.
Definisi HSO
Organisasi pelayanan
kemanusiaan (human service organization) merupakan organisasi yang mempunyai
karakteristik khusus artinya berbeda dengan organisasi lainnya, seperti
organisasi publik (public organization) dan organisasi bisnis (business
organization) :
dua definisi organisasi pelayanan kemanusiaan
yang diberikan oleh ahli.
1. Proses
dan strategi dalam mengelola lembaga/organisasi pelayanan sosial yang
berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan (human values) dan kepuasan penerima
pelayanan (client’s satisfaction) (Edi Suharto).
2. sebagai sekumpulan
individu yang tergabung dalam suatu organisasi yang fungsi utamanya adalah
untuk melindungi, memelihara atau meningkatkan kesejahteraan pribadi
individu-individu dengan cara menentukan atau menetapkan, merubah atau
membentuk ciri-ciri pribadi mereka. (Marriane Woodside). Dari definisi tersebut
dapat disimpulkan dengan sederhanan
- HSO
adalah organisasi pelayanan,
- Pemberian
kepuasan pelayanan kepada individu dan kelompok
- Memiliki
struktur dan aturan
- Memiliki
program kerja,
- Sekumpulan
orang yang tergabung dalam satu lembaga
- Pemberian
pelayanan pertolongan kepada individu dan kelompok
- Mengadvokasi
setiap permasalahan individu.
- Memiliki
regulasi kerja yang jelas
Jadi secara
keseluruhan lembaga pelayanan kemanusian atau human social
organitation adalah
Lembaga pelayanan kemanusiaan yang memberikan pertolongan secara individu
maupun kelompok, yang menjalankan tugas dan fungsinya. Yang memiliki struktur kerja
dan program kerja pertolongan / layanan yang diperuntukan bagi individu dan
kelompok untuk membantu menyelesaikan permasahan individu dan kelompok.
Berikut ini adalah beberapa kesamaan dan
beberapa perbedaan yang membedakan organisasi social dengan organisasi public
maupun bisnis yang dapat membuat kita semakin memahami definisi dari organisasi
pelayanan sosial
Persamaan :
Karakteristik / Aspek
|
Persamaan
|
||
HSO
|
Organisasi Publik
|
Organisasi Bisnis
|
|
Fokus/Sasaran
|
Bekerja dengan kostumer/pengguna untuk
memenuhi kebutuhan mereka
|
Bekerja dengan kostumer/pengguna untuk
memenuhi kebutuhan mereka
|
Bekerja dengan kostumer/pengguna untuk
memenuhi kebutuhan mereka
|
Dasar pijakan
|
Menggunakan berbagai disiplin ilmu/profesi
|
Menggunakan berbagai disiplin ilmu/profesi
|
Menggunakan berbagai disiplin ilmu/profesi
|
Pendekatan kerja
|
Berbagai pendekatan
|
Berbagai pendekatan
|
Berbagai pendekatan
|
Organisasi
|
Berupa organisasi yang sistemik
|
Berupa organisasi yang sistemik
|
Berupa organisasi yang sistemik
|
Pertanggungjawaban
|
Harus bisa dipertanggungjawabkan secara public
|
Harus bisa dipertanggungjawabkan secara
publik
|
Harus bisa dipertanggungjawabkan secara
publik
|
Perbedanaan :
Karakteristik / Aspek
|
Perbedaan
|
||
HSO
|
Organisasi Publik
|
Organisasi Bisnis
|
|
Bahan Baku
|
Manusia dengan masalahnya
|
Barang material, orang, jasa, informasi
|
Barang material
|
Tujuan
|
Terlalu abstrak, yaitu “kesejahteraan”
sehingga sering disebut ambigu, tidak jelas, terlalu tinggi untuk diukur
|
Konkret, terukur karena yang di-treat adalah
sesuatu yang konkret dan terukur.
|
Konkret, terukur karena yang di-treat adalah
sesuatu yang konkret dan terukur.
|
Situasi yang melingkupi
|
Situasi moral yang ambigu, ada pergolakan
lingkungan sosio-politik yang berbeda, sehingga seorang peksos di HSO harus
bisa secara arif menyikapi perbedaan kepentingan yang ada.
|
Meski berurusan dengan publik, tetapi publik
yang “sehat” sehingga tidak ada kepentingan yang berpotensi bertabrakan dgn
kepentingan pihak lain. Maka, situasinya lebih terkontrol.
|
Iklim yang kondusif, seirama dengan ruh
bisnis, maka seorang pebisnis cenderung lebih mudah mengambil sikap dan
keputusan terkait bisnis mereka.
|
Teknologi Layanan
|
Terlalu luas, lebar, tidak pasti karena
tujuan akhir yang ingin dicapai juga terlalu abstrak, yaitu “kesejahteraan”.
|
Spesifik, tergantung fokus publiknya.
Misalnya pendidikan, maka teknologinya adalah audio-visual, internet, teknik
pengajaran, teknik evaluasi semester.
|
Spesifik, tergantung fokus bisnisnya.
Misalnya media massa, maka teknologinya adalah audio-visual, internet,
satelit.
|
Kegiatan inti
|
Relasi yang baik antara peksos dengan klien.
Outputnya adalah perubahan pada klien.
|
Relasi dengan berbagai pihak: kostumer,
pegawai, manajemen, masyarakat (pihak lain), lembaga survey, dll.
|
Produksi barang atau jasa, penjualan, dan
lain-lain.
|
Aktivitas
|
Kegiatan kurang reliabel dan efektif
terhadap permintaan klien karena begitu luasnya “kesejahteraan”, sehingga
cenderung resistan terhadap inovasi dan perubahan.
|
Sangat inovatif, berusaha mencari cara yang
efektif dan efisien.
|
Sangat inovatif, berusaha mencari cara yang
efektif dan efisien.
|
Dari
table diatas terlihat jelas perbedaan
organisasi pelayanan social dengan organisasi lainnya memanglah sangat berbeda
meskipun dalam beberapa hal memiliki kesamaan, namun hal tersebut tidak lantas
menjadi dominan dan menjadikan organisasi layanan social menjadi sama dengan
organisasi lainnya. Organisasi layanan social sangatlah memiliki kehasan. Yaheskel
dalam bukunya Human Service Organization mengemukakan mengenai dua cirri yang
membuat organisasi pelayanan social berbeda dengan organisasi lainnya, yang
pertama yaitu material raw nya adalah manusia dan yang kedua adalah organisasi
pelayanan social mendapatkan mandate untuk meningkatkan kesejahteraan
masyarakat yang dibantu.
B.
Sasaran HSO
Organisasi yang
didirikan tentu memiliki sasaran yang ingin dicapai secara maksimal. Oleh
karenanya suatu organisasi menentukan sasaran pokok mereka berdasarka
kriteria-kriteria organisasi tertentu. Adapun sasaran yang ingin dicapai umumnya
adalah:
1.
Organisasi berorientasi pada pelayanan (service
organizations), yaitu organisasi yang berupaya memberikan pelayanan yang
profesional kepada anggotanya maupun pada kliennya. Selain itu siap membantu
orang tanpa menuntut pembayaran penuh dari penerima servis.
2.
Organisasi yang berorientasi pada aspek ekonomi (economic
organizations), yaitu organisasi yang menyediakan barang dan jasa sebagai
imbalan dalam pembayaran dalam bentuk tertentu.
3.
Organisasi yang berorientasi pada aspek religius (religious
organizations)
4.
Organisasi-organisasi perlindungan (protective
organizations)
5.
Organisasi-organisasi pemerintah (government
organizations)
6.
Organisasi-organisasi sosial (social organizations)
C.
Ruang Lingkup HSO
Organisasi
pelayanan kemanusiaan mencangkup berbagai bidang antara lain ; lingkungan,
bantuankemanusiaan, konservasi, pendidikan, kesenian, isu-isu sosial, pelayanan kesehatan, dan lain-lain.
D.
Jenis – jenis HSO
1.Private nonprofit organizations
Organisasi pelayanan kemanusiaan non pemerintah. termasuk
di dalamnya adalah Rumah Sakit, dan lembaga pemberi bantuan pelayanan
kemanusiaan lainnya .
2. Public governmental agency.
Organisasi pelayanan kemanusian negara/state yang
termasuk ke dalam bentuk ini mulai dari penjara, lembaga pelayanan kesejahteraan
(Panti-panti) dan rumah sakit pemerintah.
Daftar Pustaka

mengapa organisasi pelayanan sosial disebut organisasi pelayanan kemanusian?
BalasHapus